Kenapa Keramik Kamar Mandi Bintik-Bintik
Uncategorized

Kenapa Keramik Kamar Mandi Bintik-Bintik? Ini 4 Cara Mengatasinya!

Anda mungkin pernah melihat warna lantai kamar mandi berubah dan tampak kurang menarik. Masalah Keramik Bintik-Bintik ini sering muncul tanpa disadari hingga akhirnya mengganggu kenyamanan.

Tentu saja kondisi tersebut membuat Anda bingung karena tampilannya jadi tidak sedap dipandang. Tenang, ada cara sederhana dan efektif yang bisa Anda lakukan untuk mengembalikan tampilannya.

Penyebab Keramik Bintik-Bintik Berdasarkan Warna

Kadang, perubahan warna kecil di permukaan keramik bisa berubah jadi masalah besar kalau dibiarkan. Karena itu, penting bagi Anda memahami apa yang sebenarnya memicu bintik-bintik tersebut sebelum menanganinya.

1. Bintik-Bintik Putih

Bintik putih biasanya muncul akibat penumpukan mineral yang tertinggal setelah air menguap. Air dengan kandungan kalsium dan magnesium tinggi sering meninggalkan jejak seperti serbuk kapur.

Kondisi ini juga bisa dipicu oleh garam mineral yang naik ke permukaan nat atau semen yang kurang kering saat pemasangan. Selain itu, cairan pembersih yang formulanya terlalu keras dapat meninggalkan bekas jika tidak dibilas dengan benar.

Lapisan glasir keramik pun bisa menipis atau berubah warna ketika terkena bahan pembersih asam. Jika Anda sering menemui noda putih yang membandel, besar kemungkinan sumbernya adalah kombinasi mineral dan residu kimia tersebut.

2. Bintik-Bintik Hitam Hijau

Bintik hitam atau hijau biasanya menandakan adanya pertumbuhan organisme seperti jamur atau lumut. Area lembap, seperti kamar mandi, memberikan lingkungan ideal bagi mikroorganisme ini untuk berkembang.

Kotoran, endapan sabun, atau sisa minyak tubuh dapat menjadi “makanan” yang membuat bintik semakin pekat. Pengotor dari bahan baku keramik juga dapat menghasilkan titik hitam setelah proses pembakaran.

Partikel besi atau karbon yang tidak terbakar sempurna bisa muncul sebagai bintik pada permukaan. Jika Anda melihat bintik gelap yang terus bertambah, itu tanda bahwa kelembapan dan kebersihan perlu segera ditangani.

3. Bintik-Bintik Kuning

Warna kekuningan kerap berkaitan dengan karat dari partikel logam atau air yang mengandung besi. Ketika terjadi oksidasi, noda berwarna cokelat atau kuning mudah terbentuk di permukaan keramik.

Selain itu, sisa sabun yang dibiarkan menumpuk juga dapat menimbulkan perubahan warna seiring waktu. Endapan sabun yang mengeras akan bercampur dengan kotoran sehingga menciptakan noda kekuningan yang sulit hilang.

Keramik yang sudah berusia lama pun dapat mengalami perubahan warna akibat paparan sinar matahari dan pemakaian jangka panjang. Jika Keramik Bintik-Bintik ini makin jelas terlihat, Anda perlu memeriksa sumber kelembapan dan kebiasaan pembersihan sehari-hari.

4. Bintik-Bintik Baretan

Goresan muncul ketika permukaan keramik bergesekan dengan benda keras atau partikel kasar. Debu, pasir, atau kerikil yang menempel di alas kaki bisa mengikis lapisan glasir sedikit demi sedikit.

Memindahkan perabot berat tanpa alas pelindung juga sering meninggalkan goresan dalam. Alat pembersih yang terlalu abrasif dapat memperparah kerusakan dan membuat permukaan terlihat kusam.

Keramik dengan kualitas glasir yang lebih lembut umumnya lebih mudah tergores daripada keramik premium. Jika Anda ingin keramik tetap mulus, menjaga kebersihan lantai dan menghindari gesekan benda berat adalah langkah yang sangat membantu.

Cara Mengatasi Keramik Bintik-Bintik

Kenapa Keramik Kamar Mandi Bintik-Bintik

Keramik yang mulai muncul noda memang mengganggu tampilan ruangan, tapi sebagian besar masih bisa diselamatkan. Dengan perawatan yang tepat, Anda bisa mengembalikan keramik agar terlihat bersih dan lebih terawat.

1. Rutin Membersihkan Keramik

Membersihkan keramik secara teratur membantu mencegah kotoran menumpuk dan menjadi noda permanen. Anda bisa menggunakan larutan lembut seperti campuran cuka atau soda kue untuk membersihkan bagian yang terlihat kusam.

Kebiasaan ini juga memudahkan Anda mendeteksi perubahan warna lebih dini sebelum makin sulit ditangani. Semakin konsisten Anda membersihkannya, semakin kecil kemungkinan noda membandel muncul kembali.

2. Perbaiki Sirkulasi Udara

Udara yang mengalir dengan baik akan mengurangi kelembapan yang sering memicu munculnya noda atau jamur. Membuka jendela secara rutin atau memasang exhaust fan bisa menjadi solusi yang cukup efektif.

Lingkungan yang kering akan membuat keramik lebih tahan terhadap bintik hitam atau lumut. Dengan sirkulasi udara yang baik, Anda tidak perlu sering menghadapi kerusakan akibat lembap berlebihan.

3. Gunakan Pembersih Tepat 

Memilih pembersih yang sesuai sangat penting agar Keramik Bintik-Bintik tidak makin parah. Anda sebaiknya menghindari cairan dengan kandungan asam kuat yang bisa merusak permukaan tertentu.

Untuk noda berat, gunakan pembersih khusus keramik atau bahan alami seperti lemon yang lebih aman. Bila digunakan secara benar, produk pembersih yang tepat akan mempercepat proses menghilangkan noda tanpa merusak keramik.

4. Pilih Nat Keramik Berkualitas

Nat yang baik akan membantu mencegah air meresap ke sela-sela keramik dan memicu noda baru. Anda bisa mempertimbangkan bahan nat yang lebih tahan lembap untuk area yang sering terkena air.

Nat berkualitas juga membuat perawatan keramik jauh lebih mudah dan tahan lama. Dengan memilih nat yang tepat sejak awal, Anda mengurangi risiko noda kembali muncul di kemudian hari.

Atasi Keramik Binti-Bintik dan Dukung Perawatannya dengan Sika!

Nah, itu dia penyebab keramik bintik-bintik dan atasi dengan cara terbaik menggunakan Sika. Selama 114 tahun, Sika telah membuktikan kemampuan teknisnya lewat berbagai proyek berskala besar, termasuk pembangunan MRT Indonesia dan Casa Grande Residence. 

Inovasi waterproofing berbahan dasar semen pertama di Indonesia menjadikan Sika sebagai salah satu merek paling dipercaya dalam menjaga ketahanan bangunan. 

Untuk pemasangan granit, dinding, atau ruang lembap yang tidak terendam, SikaCeram – 180 TileFix memberikan daya rekat konsisten sehingga proses instalasi berlangsung cepat dan hasilnya tetap solid. 

Sedangkan SikaCeram – 150 CA TileFix dirancang bagi area lantai kering dengan kekuatan rekat tinggi dan aplikasi praktis yang hanya membutuhkan campuran air. Seluruh produk SikaCeram dikembangkan untuk membantu lantai tetap kuat

Tunggu apa lagi? Saatnya wujudkan penggunaan keramik tahan lama. Temukan rangkaian lengkap SikaCeram Series dan pilih solusi pemasangan ubin yang paling sesuai untuk kebutuhan Anda di sini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *