Serba-Serbi Hanbok yang Banyak Digunakan pada Drama Korea
Uncategorized

Serba-Serbi Hanbok yang Banyak Digunakan pada Drama Korea

Hanbok sebagai pakaian tradisional Korea seringkali digunakan dalam drakor. Bukan hanya karena alur ceritanya saja yang menarik, tetapi drama jadi lebih memukau karena penggunaan hanbok. Contohnya film The Tale of Lady Ok yang berlatar belakang periode Joseon menampilkan kehidupan seorang ahli hukum dan pendongeng dalam balutan busana tradisional Korea. Bagaimana busana ini menjadi bagian penting pada film, akan diulas pada paragraf berikut ini.

  1. Hanbok sebagai Representasi Status Sosial

Dalam drama The Tale of Lady Ok, hanbok menjadi cara yang efektif untuk menggambarkan status sosial karakter. Lady Ok, sebagai tokoh utama, sering mengenakan hanbok dengan warna-warna cerah dan detail brokat mewah yang menunjukkan statusnya sebagai seorang wanita dari keluarga bangsawan. Sebaliknya, karakter dari kelas sosial yang lebih rendah memakai hanbok dengan warna yang lebih netral dan desain yang sederhana.

Penggunaan hanbok ini mencerminkan struktur sosial pada era Joseon, di mana warna, bahan, dan desain pakaian menunjukkan posisi seseorang dalam masyarakat. Detail-detail kecil seperti jenis kain, pola bordir, dan aksesori juga memberikan petunjuk tentang latar belakang dan kepribadian karakter.

  1. Hanbok dalam Adegan Penting

Salah satu adegan ikonik dalam The Tale of Lady Ok adalah ketika Lady Ok mengenakan hanbok merah terang saat menghadiri upacara kerajaan. Warna merah dalam budaya Korea melambangkan keberanian dan kekuatan, sesuai dengan karakter Lady Ok yang penuh determinasi. Adegan ini memperlihatkan bagaimana hanbok digunakan untuk memperkuat emosi dan pesan dalam cerita.

Selain itu, hanbok berwarna pastel yang dikenakan Lady Ok dalam adegan-adegan romantis memberikan kesan lembut dan feminin, menciptakan kontras dengan adegan penuh intrik di istana.

  1. Peran Desainer Kostum dalam Menghidupkan Hanbok

Desain hanbok dalam drama ini adalah hasil karya desainer kostum terkenal yang secara khusus meneliti gaya pakaian era Joseon. Dengan memadukan elemen tradisional dan sentuhan artistik modern, hanbok dalam The Tale of Lady Ok tidak hanya autentik tetapi juga estetis. Setiap pakaian dirancang dengan kombinasi untuk mendukung narasi dan membantu penonton memahami dinamika cerita.

  1. Hanbok Sebagai Simbol Budaya

Drama ini berhasil memperkenalkan keindahan hanbok kepada penonton internasional. Dengan detail-detail seperti jeogori (atasan hanbok) yang dihias bordir rumit, serta chima (rok hanbok) yang panjang dan elegan, The Tale of Lady Ok menonjolkan keindahan pakaian tradisional Korea. Drama ini juga menunjukkan bagaimana hanbok digunakan dalam berbagai kesempatan, mulai dari upacara resmi hingga kehidupan sehari-hari.

Hanbok dalam The Tale of Lady Ok tidak hanya berfungsi sebagai pakaian, tetapi juga sebagai medium untuk bercerita. Melalui warna, desain, dan detailnya, hanbok membantu menggambarkan emosi, status sosial, dan karakterisasi tokoh dalam drama. Dengan penampilan hanbok yang memukau, drama ini berhasil memberikan penghormatan pada warisan budaya Korea. Drama The Tale of Lady Ok yang seru ini dapat kamu saksikan di Viu! Viu, layanan streaming video terkemuka di Asia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *